Genderang Perang MUI Terhadap Narkoba

0
46

Oleh:
KH. Holil Abdul Kholik
(Ketua GANAS ANNAR MUI Lebak)

Hampir setiap hari kita selalu disuguhi berita tentang penyalahgunaan ataupun penyelundupan narkoba di tanah air tercinta ini. Seolah seiring dengan semakin gencarnya upaya arapat pemerintah untuk membasmi narkoba semakin berani pula para pengedar narkoba baik dari dalam maupun luar negeri yang mengedarkan narkoba di Indonesia, bahkan konon dikalangan para pengedar negara Indonesia memiliki julukan seabgai “Surga Pengedar Narkoba”, hal ini tentu saja tidak bisa lepas dari kondisi geografis dan demografis yang dimiliki Indonesia, secara geografis dengan Indonesia sebagai negara kepulauan tentu akan membuka banyak ruang/celah untuk pintu masuk atau lalu lintas perdagang narkoba, ditambah dengan secara demografi Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk ke 4 (empat) terbesar di dunia, dengan komposisi usia muda/produktif lebih besar dari usia lainnya (dikenal dengan istilah Generasi Milenial), tentu ini menjadi pangsa pasar yang sangat menggiurkan bagi para pengedar narkoba.

Apa sebenarnya Narkoba itu? Narkoba atau secara lengkap sering disebut sebagai NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya) merupakan bahan kimia yang dapat mempengaruhi kinerja saraf pusat. Pengkonsumsian narkotika akan menghambat pelepasan dan produksi zat serotonin, yaitu zat yang diperlukan sebagai transmiter syaraf. Seiring dengan menurunnya produksi zat serotonin, maka akan menyebabkan banyak informasi yang tidak tersampaikan ke syaraf pusat (otak). Orang yang mengkonsumsi narkotika tidak akan merasa sakit jika dipukul dan tidak terasa capek walaupun beraktivitas yang menguras energi cukup besar. Beberapa jenis narkotika antara lain minuman keras, ganja, hasish, opium, morphin dan kokain. Psikotropika merupakan suatu obat yang dapat menimbulkan ketergantungan, menurunkan aktivitas otak, menimbulkan halusinasi, mengganggu pikiran, perilaku dan perasaan. Psikotropika memiliki efek seperti halnya narkotika. Perbedaan mendasar dari psikotropika dibandingkan dengan narkotika adalah psikotropika merupakan zat kimia yang telah melalui suatu prroses (hasil sintesis). Psikotropika yang biasa disalahgunakan merupakan turunan dari amphetmin, seperti MDMA (3,4- methylene-dioxy-N-methamphetamine atau biasa disebut ecstacy) serta methaphetamine (sering disebut shabu-shabu).

Seiring dengan perkembangan zaman, Narkoba semakin mudah diperoleh (tentu saja secara ilegal). Banyak tokoh-tokoh muda (public figure) yang tersandung masalah Narkoba. Hal itu dikarenakan gaya hidup mereka di dunia gemerlap, lebih mengkhawatirkan lagi bahwa hari ini sebaran peredaran narkoba bukan lagi hanya sebatas di kota-kota besar dan dikalangan orang dengan ekonomi menengah keatas tapi sudah merangksek masuk ke kampung-kampung dan menyasar kalangan masyarakat dengan ekonomi menengah kebawah dan anak-anak, termasuk wilayah Kab.Lebak dan Prov.Banten sepertinya menjadi sasaran utama para pengedar narkoba, baik itu hanya sebagai pintu masuk, tempat produksi maupun peredaran narkobanya, hal ini di buktikan dengan beberapa tahun lalu Indonesia di gegerkan dengan penggerebegan Pabrik Sabu terbesar di Indonesia di daerah Cikande, kemudian beberapa bulan lalu Banten kembali di permalukan oleh para pengedar narkoba deangan digerebegnya upaya penyelundupan narkoba di wilayah Anyer dengan barang bukti kurang lebih 1(satu) ton bahan baku pembuatan Sabu-sabu, hilang dari ingatan kita tentang dua kejadian memalukan itu, beberapa saat lalu kembali terjadi penggerebegan pabrik Narkoba (pil PCC) di wilayah Rangkasbitung, dengan barang bukti ribuan pil PCC siap edar, dari tiga kejadian diatas maka wajib kiranya kita siaga satu dan semakin waspada terhadap peredaran narkoba di wilayah Kab.Lebak Prov.Banten ini,menurut data BNN tahun 2015 saja jumlah pengguna narkoba di Prov.Banten mencapai 117.110 orang dan mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya, biasanya dalam persoalan sosial angka yang muncul itu hanya sebagian kecil dari jumlah sesungguhnya (teori Gunung Es), kondisi ini seharusnya semakin meyakinkan kita sebagai masyarakat Kab.Lebak dan Prov.Banten bahwa ternyata bahara narkoba dekat dan berada di sekitar kita, ketika narkoba sudah semakin merajarela di daerah-daerah dengan kehidupan ekonomi yang lemah maka kondisi ini berujung pada lahirnya “multiple efek kedzaliman” karena ketergantungan narkoba sementara di sisi lain tidak memiliki kemampuan ekonomi, akhirnya para pecandu melakukan tindak kriminal demi mendapatkan uang untuk membeli narkoba.

Majlis Ulama Indonesia (MUI) sebagai khadimul ummah sudah semestinya turun tangan untuk membantu menyelesaikan masalah masyarakat terkait penyalahgunaan narkoba yang sudah memasuki pase kronis ini, MUI sebagai wadah berhimpunnya para Ulama dan rujukan ummat harus menjadi garda terdepan dalam perang melawan narkoba ini,oleh karena itu dibentuklah Gerakan Nasional Anti Narkoba MUI (GANAS ANNAR MUI) tentu saja langkah-langkah strategis yang lakukan oleh GANAS ANNAR MUI ini akan berbeda dengan langkah-langkah yang dilakukan institusi pemberantas narkoba lainnya, periorotas GANAS ANNAR MUI (Khususnya di Kab.Lebak) lebih kepada “bagaimana membangun gerakan keummatan jihad melawan penyalahgunaan narkoba” tanpa harus mengesampingkan peran dan tugas institusi atau lembaga lainnya yang sudah lebih dahulu concern dalam wilayah pemberantasan penyalah gunaan narkoba seperti Kepolisian, BNN, dlsb, justru keberadaan GANAS ANNAR MUI ini harus menjadi penguat kepada institusi lainnya dalam rangka perang melawan penyalahgunaan narkoba,menurut salah satu pemberitaan bahwa mayoritas penyalahguna narkoba mengetahui dan memahami bahaya narkoba bagi kesehatan, namun mereaka tetap menggunakannya,hal ini bisa diartikan bahwa sesungguhnya bukan hanya persoalan pemahaman bahaya narkoba dari sudut pandang medis yang harus disosialisasikan tapi jauh daripada itu bahwa memperkuat keimanan dan ketaqwaan adalah upaya yang paling potensial dalam rangka melawan penyalahgunaan narkoba, oleh karena itu GANAS ANNAR MUI melalui pendekatan keagamaan akan berupaya sekuat tenaga menyadarkan ummat bahwa bahaya narkoba sudah benar-benar mengkhawatirkan dan dekat dengan kita sehingga ini menjadi kewajiban kita bersama untuk waspada dan berusaha menjaga diri dan keluarga kita dari bahaya penyalahgunaan narkoba ini, hal ini sesuai deangan firman Allah SWT dalam surat Attahrim ayat 6, “jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”, karena narkoba tidak mengenal strata sosial, profesi, ras, suku bangsa, bahkan agama, narkoba mengancam kita semua, maka seperti apapun strata sosial kita, profesi kita, ras kita, suku kita, bahasa kita, agama kita mari kita kobarkan semangat ummat untuk jihad melawan penyalahgunaan narkoba.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here