Dirjen Pendis Kemenag RI Harap Pesantren Ikut Menyongsong Era 4.0

0
40

Makassar – Direktur Jendral Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama RI Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin MA menjadi pemateri sekaligus membuka secara Rapat Kerja Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel di Hotel Kenari Tower Makassar, Kamis (11/4/2019).

Dalam sambutannya Prof Kamaruddin Amin yang juga Guru Besar di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ini menyampaikan tentang tantangan Pondok Pesantren atau Pontren di era kekinian.

“Kita saat ini adalah harus mau dan mampu membuka diri serta menerima realitas kemajuan tekhnologi yang semakin berkembang pesat, utamanya kesiapan memasuki era Millenuim 4.0,” tuturnya dalam rilis yang diberikan kepada Tribun Timur, Jumat (12/4/2019).

Jika Pondok Pesantren, sambung Prof Kamaruddin, tidak melibatkan diri di kontestasi zaman ini, maka dikhawatirkan era 4.0 ini akan diambil alih oleh kalangan lain.

“Sementara era millenium seperti itu disamping membutuhkan SDM yang profesional dan mumpuni, yang tak kalah pentingnya sangat membutuhkan generasi atau pemain yang memiliki pondasi moral yang kuat,” ujarnya.

“Dalam hal ini Tafaqqahuu Fiddin yang endingnya diharapkan melahirkan generasi yang akan tumbuh di era teknologi yang bermoral. Santri Pondok Pesantrenlah yang tepat memerankan lakon zaman tersebut,” tegasnya.

Kegiatan Raker Bidang PD Pontren ini dihadiri oleh 80 orang peserta yang terdiri dari para kepala seksi baik di lingkup Kanwil, jajaran Kemenag Kabupaten/Kota se-Sulsel, puluhan Pimpinan Pondok Pesantren dan Diniyah Takmiliyah se-Sulsel.

Rapat Kerja Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) se-Sulsel ini rencananya akan berlangsung selama 3 (tiga) hari yakni dari tanggal 11–13 April 2019.

Dunia Vitual dan Realitas
Dalam arahannya, Prof Kamaruddin Amin juga menggambarkan bahwa manusia saat ini hidup di dua dunia yakni dunia virtual atau digital dan dunia realitas.

“Pola interaksinya sangat massif dan dinamis sehingga pola hidup seperti ini sangat rentan dengan implikasi negative khususnya yang terkait dengan perubahan prilaku sosial masyarakat,” ujarnya.

“Meskipun memiliki banyak sekali dampak positif, karenanya interaksi di ruang publik di alam virtual ini harus dikuasai oleh generasi yang memiliki basis pendidikan agama dan berbasis nilai moralitas,” lanjutnya.

“Sehingga kontestasi Dialektika yg ada di dunia virtual bisa dimenangkan dan outputnya akan memberikan pengaruh positif di tengah umat dan masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Sulsel H Fathurrahman melaporkan bahwa tujuan rapat kerja ini adalah reevaluasi hasil hasil kegiatan pada tahun 2018 dan untuk memantapkan program kerja PD. Pontren Sulsel di tahun 2019 ini.

Serta menyusun kembali rencana kerja untuk tahun 2020 mendatang yang outputnya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang PD. Pontren. (Net)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here